Seminar Nasional Daring dan Luring : Pembangunan Masyarakat Aceh Tangguh Bencana
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
  • 25. 02. 2021
  • 0
  • 490

Meulaboh - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar menggelar Seminar Nasional secara Daring (Webinar) dan Luring dengan tema "Pembangunan Masyarakat Aceh Tangguh Bencana : Strategi Pemerintah dan Peran Media". Acara berlangsung di Gedung Kuliah Terintegrasi (GKT) UTU pada Rabu, 10 Februari 2021.

Materi Seminar Nasional dikupas oleh beberapa pembicara yang pakar di bidangnya, yaitu T. Ahmad Dadek, SH., MH (Kepala Bappeda Aceh), Yarmen Dinamika (Wakil Ketua Forum PRB Aceh/Redaktur Serambi Indonesia), dan Murizal Hamzah (Jurnalis Media Nasional) yang di moderatori oleh Veni Nella Syahputri, M.Pd (Dosen Prodi Administrasi Negara Fisip UTU).
 
Seminar Nasional tersebut dibuka langsung oleh Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA yang didampingi oleh Wakil Rektor II UTU Dr. Ishak Hasan, M.Si, dan Dekan Fisip UTU Basri, SH., MH. Dalam sambutannya Rektor UTU menyampaikan Mitigasi dan edukasi terkait bancana sangat penting bagi masyarakat untuk meminimalisir resiko kejadian bencana. Selain pengembangan sain dan teknologi kebencanaan di lingkungan akademisi dan peneliti, penumbuhan budaya sadar bencana juga perlu diterapakan di masyarakat melalui pendidikan formal dan informal.
 
Dalam pemaparannya, T. Ahmad Dadek menjelaskan tantangan Indonesia menghadapi multibencana akibat posisinya yang berada pada zona subduksi akibat pergerakan lima lempeng bumi. Hal ini juga menyebabkan Indonesia terdapat banyak Gunung Api atau sering juga disebut berada pada daerah Ring of Fire. Keberadaan Indonesia pada daerah equator yang diapit beberapa samudera juga menyebabkan iklim di Indonesia dipengaruhi oleh banyak fenomena, sehingga memiliki dinamika dan kompleksitas kondisi asmospheric-oceanic.
 
Lebih lanjut Yarmen Dinamika menyampaikan, Pengurangan risiko sangat kompleks, sulit dan perlu waktu untuk melihat hasilnya. Kondisi ideal dalam pengelolaan bencana adalah ketika aspek kesiapsiagaan, penanganan darurat, pemulihan, dan pengurangan resiko saling beririsan. Inilah yang disebut sebagai ketangguhan, tegasnya. Dalam perspektif akademis dan kebijakan, perlu disusun sebuah masterplan pengurangan resiko bencana, dimana adanya penguatan kebijakan dan kerangka kelembagaan saat darurat-mitigasi-respon-pemulihan, serta penguatan riset bidang kebencanaan.
 
Senada dengan Yarmen Dinamika, Murizal Hamzah juga memaparkan bahwa Dalam konteks sosial, bencana dapat menyebabkan perubahan tatanan sosial yang signifikan, bahkan traumatik yang serius. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan kerjasama semua pihak (pemerintah dan masyarakat) melalui penguatan kelembagaan dan sistem penanganan dan penganggaran. Selain itu, perlu adanya atensi lebih kepada kelompok rentan akibat bencana. Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, Pemerintah dan pemerintah daerah menjadi penanggung jawab. Namun, tanggung jawab tersebut bersifat pentahelix (keterlibatan aktif pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi dan media).
 
Kegiatan Seminar Nasional ini diikuti oleh 100 peserta secara Luring dan 180 peserta Daring dari berbagai kalangan, seperti Keuchik sekitar kampus UTU, perwakilan Himpunan Mahasiswa Fisip UTU dan STAIN TDM, para Dekan dan Dosen Lingkup UTU serta terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.  | Official Fisip
 

Lainnya :