Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU Gelar Workshop Pengelolaan Karya Ilmiah
  • UPT_TIK
  • 13. 08. 2020
  • 0
  • 385

MEULABOH, UTU – Jajaran Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Teuku Umar (FISIP-UTU) menyelenggarakan workshop pengelolaan karya ilmiah “Opportunities and Challenges of Communication Research in the New Normal”, secara daring, Kamis, 13 Agustus 2020. Pemateri workshop  adalah Febri Nurrahmi, S.Sos.,MMp (Dari Universitas Syiah Kuala) dan Formas Juitan Lase, M.I.Kom (Dari Universitas Kristen Indonesia).

Workshop yang berlangsung sangat antusias, kreatif dan berwawasan, diikuti selain dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU,  STAIN Meulaboh,  juga dari berbagai perguruan tinggi lain. Moderator workshop pengelolaan karya ilmiah yang dipimpin Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UTU, Putri Maulina, S.I. Kom., M.I.Kom,  berlangsung selama 2 jam, dilanjutkan dengan diskusi sangat.

Pemateri pertama Febri Nurrahmi antara lain menyampaikan mengenai perilaku dalam kondisi new normal, teknik pengumpulan data, online survey, observasi normal, observasi new normal, dokumentasi, pesan verbal dan non verbal, respon dari komunikan (feedback), pesan dari komunikator (contoh: analisis pidato/pemberitaan/film/iklan/lagu. Media (contoh: penggunaan media instagram sebagai media promosi), dan efek.

Febri juga menjelaskan, contoh penelitian yang tidak bermanfaat yaitu strategi komunikasi dalam mengakhiri hubungan berpacaran mahasiswa, komunikasi interpersonal anak kost dan ibu kost, konstruksi sosial perempuan penggemar sepak bola.

Sementara itu, pemateri kedua Formas Juitan menyampaikan materi ‘Tentang Bagaimana Memahami Longform Journalism dan Newsgame Journalism. Menurut Formas, journalism itu bentuk sempurna dari jurnalistik, dan karakteristik longform adalah naratif dan digital.

Dalam kesempatan itu, Formas juga memperkenalkan longform, memperkenalkan newsgame journalism, dan longform journalism di media online. Formas juga membahas jenis-jenis penelusan jurnalisme naratif dan bagaimana meneliti longform journalism tentang isu-isu, misalnya yang terkait dengan kurangnya minat pembaca, inkompatibilitas, biaya yang mahal, dan butuh yang lama.

Longform itu sendiri, kata Formas adalah artikel yang panjangnya setidaknya 2000 kata, termasuk cerita investigasi dan immersion (menyelami/membenamkan). Selain itu, longform juga disebut nonfiksi sastra yang panjang, santai, dilaporkan secara mendalam. Sedangkan jurnalisme longform adalah istilah yang sering digunakan secara bergantian dengan jurnalisme sastra. (Muzakkir)  

Lainnya :