Kembangkan Kurikulum Merdeka Belajar, Prodi IAN Gelar FGD Bersama Stakeholders
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
  • 03. 06. 2021
  • 0
  • 710

Alue Peunyareng | Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip Universitas Teuku Umar mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan kurikulum bersama Stakeholder dalam rangka pelaksanaan bantuan kerjasama kurikulum dan implementasi kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) pada Senin, (31/5) di Aula utama gedung kuliah terintegrasi UTU. 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UTU Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., M.B.A dan Dekan Fisip UTU Basri, SH., MH serta diikuti oleh Wakil Dekan I Fisip, Wakil Dekan II Fisip, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagan Raya, Disdukcapil Kabupaten Aceh Barat, Sekdis DPMPTS Aceh Barat, Sekertaris BAPPEDA Kabupaten Nagan Raya, Pimpinan BSI Meulaboh, BPPD Aceh Barat, Pimpinan Bank Aceh Cabang Aceh Barat, BPJS Kesehatan Aceh Barat, Sekertariat DPRK Aceh Barat, PT. KTS Aceh Barat, PT. Pegadaian Aceh Barat, dan juga dari unsur Alumni Fisip UTU.

Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara Fisip UTU Fadhil Ilhamsyah, M.Si mengatakan akan menerapkan kurikulum merdeka belajar di awal semester mendatang. Agar implementasinya nanti berjalan dengan baik kita akan merancang kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM). Nantinya penyampaian masukan dan ide-ide dari para Stakeholders kita harapkan mampu menjadi konsep-konsep yang akan kita terapkan di Prodi Ilmu Administrasi Negara. Selanjutnya kita juga akan melaksanakan FGD lanjutan guna menerima masukan konstruktif untuk perbaikan dan penyesuaian perbaikan kurikulum yang akan kita terapkan di Prodi. Saya juga berharap masukan dan saran dari berbagai pihak guna mencapai hasil yang baik dalam penerapan merdeka belajar - kampus merdeka, semoga kedepan dari UTU lahir beberapa Prodi yang bisa jadi contoh bagi Fakultas dan Perguruan Tinggi lain.

Basri, SH., MH dalam sambutannya mengatakan, prinsip merdeka belajar perguruan tinggi wajib memberikan hak bagi mahasiswa untuk secara sukarela mengambil SKS di luar kampusnya. Kegiatan di sini berarti belajar di kelas, magang atau praktik kerja di industri atau organisasi, pertukaran pelajar, pengabdian masyarakat, wirausaha, riset, studi independen, maupun kegiatan mengajar di daerah terpencil. Program merdeka belajar kampus merdeka diharapkan dapat menjadi jawaban atas tuntutan tersebut. Kampus merdeka merupakan wujud pembelajaran di perguruan tinggi yang fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Lebih lanjut Basri, SH., MH mengatakan untuk memenuhi arus perubahan dan kebutuhan akan link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, maka perguruan tinggi harus dapat menyiapkan mahasiswa dalam dunia kerja. Karena itulah kurikulum dalam pembelajaran agar dirancang dan di laksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal. | Official Fisip

Lainnya :