DINAS PERTANAHAN ACEH TINDAK LANJUTI KERJASAMA DENGAN FISIP UNIVERSITAS TEUKU UMAR
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Politik
  • 14. 07. 2020
  • 0
  • 637

Alue Peunyareng – Dinas Pertanahan Aceh berkunjung ke FISIP Universitas Teuku Umar pada Selasa, 14 Juli 2020. Kunjungan ini sebagai bentuk tindak lanjut hasil kesepakatan yang telah dilakukan dua belah pihak pada bulan Maret 2020 lalu. Pertemuan berlangsung di Aula Gedung Kuliah Terintegrasi Universitas Teuku Umar.

Rombongan Dinas Pertanahan Aceh dipimpin oleh Muchtaruddin S.Sos, M.Si, selaku Sekretaris Dinas Pertanahan Aceh. Turut hadir dalam tersebut M. Nizwar, SH, MH selaku Kepala Bidang Penanganan Masalah, Pembinaan dan Penyuluhan Pertanahan, Laina Sari, SH selaku Kasi Penyuluhan, Advokasi Hukum dan Permasyarakatan Peraturan Perundang-undangan Pertanahan, dan Raviqah, S.Sos. selaku Kasi Pembinaan dan Kerjasama Perangkat/Lembaga/Aparatur Pertanahan dan Kab/Kota.

Tim Dinas Pertanahan Aceh disambut oleh perwakilan FISIP Universitas Teuku Umar. Tampak hadir dalam rapat Wakil Dekan I FISIP, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si., dan Wakil Dekan II FISIP, Apri Rotin Djusfi, SH., MH serta KTU Fisip Raflizar, S.STP., M.Si. Selain itu, pertemuan juga dihadiri oleh Ketua Program Studi dalam lingkup FISIP, Satuan Penjaminan Mutu Internal FISIP, dan perwakilan dosen FISIP.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I FISIP, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si. mengatakan pertemuan ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya tim FISIP berkunjung ke Dinas Pertanahan Aceh.

“Kita senang tim DPA datang ke tempat kita meskipun di tengah suasana Covid-19 seperti ini. Semoga pertemuan ini mendatangkan kemanfaatan bagi kedua pihak khususnya dalam tindak lanjut pertemuan kita sebelumnya di Banda Aceh”, kata Afrizal.

Afrizal menambahkan bahwa keberadaan UTU di wilayah Barat Selatan Aceh menjadi sebuah oase untuk pembangunan. Oleh karenanya, UTU khususnya FISIP memiliki ikatan moral untuk menyelesaikan beragam permasalahan yang ada di masyarakat. Terlebih data-data yang ada menunjukkan bahwa wilayah Barat Selatan Aceh menjadi salah satu wilayah di Indonesia dengan tingkat konflik agraria yang tinggi.

Muchtaruddin S.Sos, M.Si. Sekretaris Dinas Pertanahan Aceh menyampaikan bahwa saat ini Dinas Pertanahan Aceh telah menggagas beberapa inovasi seperti Sistem Informasi Tanah.

“Kita tengah mengembangkan Sistem Informasi Tanah, dengan adanya inovasi ini kita berharap seluruh wilayah tanah di Aceh ada informasinya dan mudah ditelusuri kepemilikannya yang sah”, ujar Muchtaruddin.

Muchtaruddin menambahkan saat ini memang diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan lembaga pendidikan tinggi dalam menyelesaikan permasalahan tanah dan agraria yang semakin kompleks.

“Kita sebagai perwakilan Pemerintah Aceh membutuhkan pemikiran dan konsep dari dosen-dosen di perguruan tinggi untuk membantu mengantisipasi dan menekan potensi konflik agraria”, tambah Muchtaruddin.

Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk bekerjasama dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan magang mahasiswa FISIP di Dinas Pertanahan Aceh. | Official Fisip

Lainnya :